Jakarta, 21 Agustus 2025 – Musisi sekaligus pemikir Candra Darusman kembali membuat gebrakan dengan merilis dua karya terbaru. Melalui Yayasan Pustaka Obor Indonesia, ia mempersembahkan sebuah lagu berjudul Salah Sendiri dan buku bertajuk Invisible Cycle: Memantik Inovasi dan Kreasi untuk Kemajuan. Dua karya ini lahir dari keprihatinan atas situasi bangsa sekaligus menyimpan harapan besar untuk masa depan Indonesia.
Lagu Salah Sendiri: Kritik yang Menyentil
Lagu terbaru Candra, Salah Sendiri, menjadi cerminan tajam terhadap kondisi masyarakat. Liriknya menyampaikan pesan kritis namun tetap santun, mengajak pendengar untuk bercermin pada diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.
Yang membuat lagu ini istimewa adalah kolaborasi lintas batas. Candra melibatkan musisi dari Indonesia dan Sri Lanka, menggabungkan generasi muda dengan senior, serta menyatukan warna musik dari pop, dangdut, hingga jazz.
Sorotan utama jatuh pada Umaria, penyanyi ternama asal Sri Lanka berdarah Indonesia, yang ikut menyumbangkan suara. Kehadirannya tidak lepas dari dukungan Dubes RI untuk Sri Lanka, Dewi Tobing, serta Dubes Sri Lanka untuk Indonesia, Prof. Jayanath Colombage. Kehadiran Umaria menandai kerja sama budaya yang lebih luas lewat jalur musik.
Buku Invisible Cycle: Pesan untuk Generasi Z dan Milenial
Selain musik, Candra bersama Agung Setiyo Wibowo juga merilis buku Invisible Cycle. Karya ini ditujukan khusus untuk generasi muda Indonesia, terutama mereka yang lahir pada periode 1997–2012, yang diproyeksikan sebagai pilar Indonesia Emas 2045.
Buku ini memperkenalkan dua gagasan besar:
-
Inovasi, yakni bagaimana ide dan invensi bisa berubah menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan industri melalui strategi yang terencana.
-
Kreasi, yaitu dorongan untuk menciptakan karya orisinal yang bukan hanya indah, tetapi juga memberi dampak sosial nyata.
Candra menegaskan, inovasi dan kreasi ibarat roda tak terlihat (invisible cycles) yang harus terus bergerak. Jika keduanya berjalan selaras, bangsa akan mampu mencapai kesejahteraan dan kemajuan.
Seni dan Gagasan dalam Satu Panggung
Peluncuran lagu dan buku ini memperlihatkan sisi Candra Darusman yang tak hanya berkarya lewat musik, tetapi juga lewat pemikiran. Lagu Salah Sendiri menjadi ajakan reflektif melalui seni, sementara Invisible Cycle menawarkan peta jalan bagi generasi muda untuk berinovasi dan berkreasi.
Dengan dua karya ini, Candra seolah mengingatkan: perubahan bangsa tidak cukup dengan kritik semata. Perlu aksi nyata, kesadaran kolektif, serta keberanian generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun masa depan Indonesia.
LIRIK LAGU SALAH SENDIRI
Ciptaan: Candra Darusman
Kru Produksi:
-
Vokal: Ikke Nurjanah, Umaria (Sri Lanka), Candra Darusman
-
Produser Musik: Eron Monskey & Candra Darusman
-
Pengarah Vokal: Hendro Saky
-
Bass: Barry Likumahuwa
-
Synthesizer: Dwiki Dharmawan
-
Mixing & Mastering: Dimas Pradipta / Sumit Studio


