Nama Dave Rodgers mungkin baru dikenal luas publik Indonesia lewat penampilannya di panggung AFA ID 2026. Sosok dia di Jepang menjadi legenda selama lebih dari tiga dekade. Berikut perjalanan lengkap karier musisi di balik lagu-lagu ikonik Eurobeat yang identik dengan serial anime balap legendaris, Initial D.
Dari Mantua ke Panggung Dunia
Dave Rodgers lahir dengan nama asli Giancarlo Pasquini di kota Mantua, sebuah kota bersejarah di wilayah Lombardy, Italia utara yang dulu pernah menjadi pusat kekuasaan Wangsa Gonzaga di era Renaisans. Kariernya di dunia musik dimulai pada awal 1980-an ketika ia tampil di skena Italo disco menggunakan nama panggung Aleph, dengan single debut “Fly to Me” yang dirilis pada 1985 dan langsung meraih sukses besar secara internasional.
Menariknya, nama panggung “Dave Rodgers” sendiri lahir dari gabungan nama dua musisi legendaris yang menjadi inspirasinya: David Bowie dan Nile Rodgers.
Membangun Kerajaan Eurobeat
Titik balik besar dalam kariernya terjadi pada 1990, ketika ia mendirikan label rekaman A-Beat C bersama Alberto Contini, yang kemudian tumbuh menjadi salah satu label Eurobeat paling berpengaruh di dunia, terutama di pasar Jepang. Lewat label ini, Rodgers meraih popularitas besar lewat kontribusinya di seri kompilasi Super Eurobeat.
Sepanjang periode 1985 hingga 2002, musiknya begitu mendominasi Jepang — terdengar di jalanan, toko-toko musik, bahkan di Tokyo Disneyland. Era itu menjadi masa keemasan Eurobeat sebagai tulang punggung budaya J-pop, dan Rodgers berdiri di garis depannya.
Ikon Soundtrack “Initial D”
Bagi penggemar anime balap, nama Rodgers identik dengan Initial D. Lagu-lagu seperti “Deja Vu”, “Space Boy”, dan “Beat of the Rising Sun” menjadi sangat populer berkat asosiasi kuatnya dengan serial tersebut. Dengan lebih dari 30 juta kopi rekaman terjual di Jepang, ia mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyanyi, penulis lagu, dan produser paling sukses di industri musik Jepang.
Sang “Godfather of Eurobeat” di Panggung J-Pop
Kiprah Rodgers ternyata jauh melampaui genre Eurobeat semata. Ia dijuluki banyak orang sebagai “Godfather of Eurobeat” karena turut menulis dan memproduksi lagu untuk sederet artis J-pop besar seperti Namie Amuro, V6, dan MAX, yang ikut memperkenalkan suara Eurobeat kepada khalayak musik Jepang yang lebih luas. Beberapa karyanya yang menjadi hit besar antara lain “Space Boy”, “Music for the People” (yang juga dibawakan ulang oleh V6), “Try Me” milik Amuro Namie, hingga “Get Wild” hasil kolaborasi dengan Tetsuya Komuro.
Salah satu karya paling terkenalnya untuk artis lain adalah “Take Me Higher”. Lagu ini ditulis dan digubah Rodgers untuk grup idola V6 sebagai tema pembuka serial tokusatsu Ultraman Tiga pada 1996, dan sempat menduduki posisi pertama tangga lagu harian Oricon. Versi V6 adalah versi asli/resmi, sementara Rodgers sendiri kemudian merilis versi self-cover-nya lewat album solo pada April 1997. Ia bahkan membuat rekaman ulang berbahasa Inggris pada 2020. Secara keseluruhan, ia disebut telah menulis dan memproduksi lebih dari 2.500 lagu untuk berbagai artis ternama sepanjang kariernya.
Babak Baru: Perpecahan dan Label Sendiri
Perjalanan bisnis Rodgers tak selalu mulus. Pada 2011, ia sempat menyerahkan sebagian besar urusan bisnisnya kepada Evelin Malferrari, yang kemudian mendirikan label Eurobeat baru bernama Sun Fire Records. Namun pada 2019, setelah melalui sengketa hukum panjang dengan Malferrari (dikenal dengan nama panggung Futura Prince), Rodgers mendirikan labelnya sendiri, Dave Rodgers Music, dan mulai memproduksi katalog, video, serta kolaborasi baru. Di era ini, ia kembali aktif bekerja sama dengan artis-artis seperti Kaioh, Annerley, Nuage, Domino, Powerful T, dan banyak lagi.
Kehidupan Pribadi
Rodgers pernah menikah dengan artis Italo disco/Eurobeat Alessandra Mirka Gatti dan memiliki seorang putra bernama Federico. Sang putra, yang dibesarkan oleh Gatti usai perceraian orang tuanya, turut menekuni dunia musik sebagai penyanyi Eurobeat dengan nama panggung Kaioh (sebelumnya dikenal sebagai Freddy Rodgers).
Tetap Aktif Berkarya di 2026
Meski usianya sudah menginjak 60-an, Rodgers masih sangat produktif. Pada 19 Februari 2026, ia merilis album vinyl double berjudul “The Space Boy” — album studio ke-12-nya, berisi 19 lagu kompilasi termasuk versi cover dan remaster, dinamai dari single ikoniknya di 1998. Edisi terbatas ini hadir dengan desain vinyl merah-hitam bergaya splatter, mengumpulkan hit-hit terbaiknya yang berkaitan dengan dunia Initial D dalam kualitas remaster.
Ia juga terus aktif berkolaborasi dengan musisi lain — salah satu rilisan terbarunya adalah “SUZUJUN – LONELY feat. Kosho” yang keluar pada 17 Juli 2026. Katalognya di platform streaming pun terus diperbarui hingga pertengahan 2026, menunjukkan ia masih rutin merilis materi baru sekaligus meremaster ulang lagu-lagu klasiknya.
Perjalanan panjang inilah yang akhirnya membawanya tampil langsung di panggung AFA Next Stage, AFA ID 2026, pada 15 Agustus 2026 di ICE BSD City — memperkenalkan warisan musik Eurobeat legendarisnya kepada penggemar Initial D dan J-pop di Indonesia.
