BerandaFun EventMENUJU ADEXCO 2025, BNPB SIAP PERKUAT SISTEM NASIONAL DAN KONTRIBUSI GLOBAL...

MENUJU ADEXCO 2025, BNPB SIAP PERKUAT SISTEM NASIONAL DAN KONTRIBUSI GLOBAL PENANGGULANGAN BENCANA

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan ADEXCO siap
menyelenggarakan Pameran serta Konferensi Manajemen Bencana dan Perlindungan
Sipil tingkat Asia atau Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference
(ADEXCO) 2025 pada gelaran Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2025
dengan tema besar “Sustainability For Industrial Transformation”, yang akan
dilaksanakan pada 10 hingga 13 September 2025.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan “Pameran ini
menjadi sangat penting karena memberikan contoh-contoh atau produk-produk yang
menjadi signature Indonesia dalam hal pemanfaatan teknologi dan industrialisasi,”
jelasnya saat mengikuti pre-event IEE Series 2025 yang dilaksanakan pada Rabu (27/8),
di kawasan Senayan, Jakarta.
“Dalam kerangka Sendai, Indonesia memiliki mandatori bahwa setiap wilayah di
Indonesia harus mampu melakukan upaya pencegahan dan mitigasi. Dengan adanya
ADEXCO kita bisa melihat peluang dalam memperkuat sistem nasional dan kontribusi
global terhadap dunia dalam hal penanggulangan bencana,” sambungnya.
ADEXCO 2025 akan menyelenggarakan rangkaian konferensi yang terdiri dari lima sesi
bersama enam co-host, yaitu Kementerian Keuangan RI, Badan Pengelola Dana
Lingkungan Hidup (BPDLH), Asian Disaster Preparedness Centre (ADPC), Local
Governments for Sustainability (ICLEI), Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia
(MPBI), dan Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA), sebagai wujud nyata
kerja sama multi-helix untuk memperkuat resiliensi berkelanjutan.
Pendanaan masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan
bencana. Untuk menjawab hal tersebut, inovasi pembiayaan seperti Pooling Fund
Bencana (PFB) dan asuransi risiko bencana telah dikembangkan guna mendukung
pemerintah pusat maupun daerah dalam menghadapi bencana. Konferensi sesi pertama
pada 10 September 2025 akan mengangkat judul “Seminar Inovasi Pendanaan Bencana:
Pemanfaatan Pooling Fund Bencana dan Dana Perubahan Iklim untuk Meningkatkan
Resiliensi Lokal dan Nasional”, dengan fokus pada sosialisasi skema dana bersama dan
transfer risiko kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta kelompok
masyarakat.
Selanjutnya, pada 11 September 2025, ADPC akan memfasilitasi sesi bertema “Regional
Dialogue on Operationalizing Sustainable Resilience in Asia and the Pacific: Governance,
Finance, and Local Leadership”. Sesi ini menekankan pentingnya pendekatan
pembiayaan berbasis risiko yang inklusif dan berakar pada kebutuhan lokal. Selain itu,
sesi ini juga menyoroti peran kepemimpinan lokal dalam membangun strategi ketahanan
yang relevan secara budaya dan berkelanjutan, serta memperkenalkan inovasi teknologi
praktis yang mendukung sistem peringatan dini dan pengambilan keputusan di tingkat
lokal.
Pada 12 September 2025, konferensi akan berlanjut dengan dua sesi utama. Sesi
pertama, bekerja sama dengan ICLEI, mengangkat tema “Inklusi Sosial dalam
Ketahanan Iklim dan Bencana: Dari Kebijakan ke Aksi Nyata”. Fokusnya adalah
meningkatkan pengetahuan dan motivasi para pemangku kepentingan dalam
melaksanakan praktik terbaik ketahanan iklim, memperkuat aksi nyata, serta
memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan inovasi teknologi melalui contoh
implementasi.
Masih di tanggal yang sama, sesi kedua akan diselenggarakan bersama MPBI dengan
tema “Ancaman dari Tepi Pantai: Mencari Strategi Nasional untuk Resiliensi Masyarakat
Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”. Sesi ini membahas kerentanan masyarakat pesisir dan
pulau kecil yang semakin meningkat akibat perubahan iklim dan risiko bencana. Melalui
forum ini, didorong terbentuknya kerangka strategi nasional yang kolaboratif, inklusif, dan
berbasis bukti untuk memperkuat resiliensi kawasan pesisir dan pulau kecil di Indonesia.
Sesi terakhir akan dilaksanakan oleh ASTTA dengan tajuk “Sinergi Teknologi dan
Kemanusiaan: Akselerasi Respon Bencana melalui Ekosistem Sistem Tanpa Awak
Terintegrasi untuk Infrastruktur Tangguh dan Ketahanan Nasional”. Berbentuk seminar
dan talkshow, sesi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan
mengenai peran sistem tanpa awak, menampilkan inovasi dan aplikasi nyata,
membangun jejaring lintas sektor, serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk
integrasi sistem tanpa awak dalam kebijakan nasional maupun regional.
Melalui rangkaian kegiatan di ADEXCO 2025 ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif
tentang pentingnya investasi pada sains, inovasi, dan teknologi sebagai dasar
mewujudkan resiliensi berkelanjutan. Dengan capaian-capaian nyata melalui inovasi
pendanaan, kolaborasi multi-pihak, serta pemanfaatan teknologi, Indonesia dan kawasan
Asia diharapkan semakin siap menavigasi ketidakpastian serta menghadapi ancaman
bencana di masa depan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments