Dunia sastra Jepang berduka. Keigo Higashino, novelis misteri yang karyanya menembus lebih dari 40 negara, tutup usia pada 23 Juli 2026 dini hari di usia 68 tahun akibat kanker usus besar (kanker kolorektal) yang dideritanya. Kabar duka ini pertama kali diumumkan lewat akun media sosial resminya, kemudian dikonfirmasi secara resmi oleh penerbit Kodansha pada Senin, 27 Juli 2026. Pemakaman telah dilangsungkan secara tertutup, hanya dihadiri keluarga terdekat, dan pihak keluarga meminta publik menghormati privasi mereka.
Awal Kehidupan dan Ketertarikan pada Misteri
Higashino lahir di Osaka, Jepang, pada 4 Februari 1958. Sejak kecil, ia sudah menyukai cerita-cerita misteri, sebuah minat yang kelak membentuk seluruh perjalanan kariernya. Sebelum menjadi penulis penuh waktu, ia sempat berkarier sebagai insinyur.
Debut dan Awal Karier
Higashino memulai debutnya sebagai novelis pada tahun 1985 lewat novel After School, yang berhasil meraih Penghargaan Edogawa Rampo ke-31 — salah satu penghargaan bergengsi untuk fiksi misteri di Jepang. Sejak saat itu, ia menekuni jalur sebagai penulis novel misteri dan detektif, dikenal karena kepiawaiannya merangkai alur cerita yang rumit dan penuh kejutan.
Puncak Karier dan Karya-Karya Terkenal
Sepanjang kariernya yang membentang lebih dari empat dekade, Higashino menulis 106 buku (tidak termasuk karya kolaborasi), dengan total sirkulasi lebih dari 100 juta eksemplar di Jepang. Karya-karyanya diterjemahkan dan diterbitkan di lebih dari 40 negara dan wilayah, serta banyak diadaptasi menjadi film dan serial televisi.
Beberapa karya paling ikonik miliknya antara lain:
- The Devotion of Suspect X (Kesetiaan Mr. X) — meraih Naoki Prize pada 2006 dan masuk nominasi Edgar Awards untuk kategori novel misteri terbaik pada 2011
- The Miracles of the Namiya General Store (Keajaiban Toko Kelontong Namiya)
- Journey Under the Midnight Sun
- Malice (Catatan Pembunuhan Sang Novelis)
- Angsa dan Kelelawar
- Seri Detective Galileo
Selain Naoki Prize, Higashino juga pernah meraih Honkaku Mystery Awards serta sejumlah penghargaan dan nominasi lain sepanjang kariernya. Di Indonesia sendiri, lebih dari sepuluh novelnya telah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, di antaranya Naoko, Masquerade Hotel, Tragedi Pedang Keadilan, Rumus Kebenaran Musim Panas, hingga Pembunuhan di Nihonbashi.
Tetap Berkarya di Tengah Sakit
Meski berjuang melawan kanker usus besar, Higashino diketahui tetap aktif menulis hingga akhir hayatnya. Karya terakhirnya, Eternal Memory (Eien no Kioku), sebuah novel misteri dari seri Detektif Galileo, dijadwalkan terbit pada 5 Agustus 2026 — kurang dari dua minggu setelah kepergiannya. Novel ini berkisah tentang penusukan terhadap Detektif Kaoru Utsumi oleh seorang pria tua berusia 70-an yang kemudian bungkam usai gagal bunuh diri.
Warisan yang Ditinggalkan
Kepergian Higashino meninggalkan duka mendalam bagi penggemar di seluruh dunia, khususnya para pencinta novel misteri yang tumbuh bersama karya-karyanya. Pihak penerbit menyampaikan bahwa kisah-kisah yang ia ciptakan akan terus memikat pembaca dari generasi ke generasi. Sesuai permintaan keluarga, tidak ada uang duka, karangan bunga, maupun ucapan belasungkawa yang diterima, sementara pengumuman acara penghormatan terakhir akan disampaikan secara terpisah.
Dari seorang insinyur yang jatuh cinta pada teka-teki dan logika, Keigo Higashino tumbuh menjadi salah satu novelis misteri paling berpengaruh yang pernah dimiliki Jepang — sosok yang terus menulis hingga napas terakhirnya.






