Jakarta kembali mengukuhkan perannya sebagai kota global yang dinamis dan terbuka. Tahun ini, ibu kota Indonesia akan menghadirkan kembali festival budaya Jepang berskala besar, yaitu Connext Japan Djakarta Ennichi. Sebagai bagian dari World Cities Culture Forum, Jakarta ingin menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi pusat pertemuan berbagai ekspresi budaya dunia.
Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama budaya internasional, apalagi mengingat Jakarta telah lama dikenal sebagai kota yang kaya akan keberagaman.
Ketua Umum Djakarta Ennichi, Hardiyanto Kenneth, turut memberikan apresiasi atas dukungan tersebut. Dikenal sebagai penggemar budaya pop Jepang, Kenneth berharap festival ini dapat menjadi ruang kreatif bagi komunitas, seniman, dan generasi muda pecinta budaya Jepang.
Rencananya, Connext Japan Djakarta Ennichi akan digelar pada 6–7 September 2025 di kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta Barat, yang dipilih untuk merepresentasikan pertemuan antara sejarah Jakarta dan pengaruh budaya Jepang di Indonesia.
Festival ini menjadi kelanjutan semangat Ennichisai, yang pernah menjadi ikon Blok M pada 2010–2019. Diselenggarakan oleh Asosiasi Budaya Jepang Indonesia (ABJI) bersama para praktisi budaya Jepang, acara ini juga melibatkan Connext Japan milik perusahaan Jepang Wownas Co., LTD., serta mendapat dukungan dari Komite Ennichisai.
Dengan tema Shinshō Babak Baru, Djakarta Ennichi hadir untuk menghidupkan kembali memori indah festival budaya Jepang di Jakarta, sambil menawarkan konsep yang lebih segar, inklusif, dan terbuka bagi semua kalangan.
Acara ini gratis untuk umum dan akan menampilkan booth budaya dari berbagai prefektur Jepang, bazaar kuliner Jepang-Indonesia, pameran produk kreatif komunitas, pertunjukan seni tradisional dan modern, hingga parade kolaborasi budaya Mikoshi Jepang dengan Ondel-Ondel Jakarta.
Menurut Kenneth, Connext Japan Djakarta Ennichi bukan hanya festival budaya, melainkan wujud nyata sinergi strategis Indonesia–Jepang yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku seni, dan masyarakat luas. Festival ini diharapkan menjadi pilar budaya baru Jakarta dalam menyongsong masa depan sebagai kota global yang merangkul keberagaman.
