Tren Teknologi Informasi menyatukan gen Baby Boomer, Gen X,Y, dan Z

56

mediahavefun.com – Tren Teknologi Informasi sukses menyatukan tiap generasi mulai dari Baby Boomer, Gen X,Y, dan Z loh! Istilah tersebut pasti sudah pernah kalian dengar diberbagai media. So, apa saja perbedaannya?

Perkembangan generasi di identifikasikan berdasarkan dariĀ  tahun lahir, usia, wilayah tempat tinggal, dan sederet peristiwa apa saja yang sudah dilalui di setiap generasi. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tiap generasi. Teori generasi di populerkan oleh ahli sejarawan yaitu Neil Howe dan William Strauss tentang tipe-tipe generasi berdasarkan rentang waktu kelahiran dan kejadian bersejarah berkaitan dengan sejarah di Amerika Serikat.

Baby Boomer istilah yang dicetuskan terkait dengan era kemakmuran Amerika ketika selesai Perang Dunia kedua sehingga mengakibatkan taraf populasi penduduk meningkat, generasi yang lahir di era tersebut disebut sebagai generasi Baby Boomer. Dapat dikatakan rentang tahun Baby Boomer berkisar 1944-1964 yang kebanyakan berusia 56-76 tahun saat ini.

Gen X rentang tahun lahir 1965-1980. Awal dari perkembangan teknologi informasi.

Generasi Y atau Gen Millenial rentang tahun lahir1981-1999. Gen ini ada di era internet booming, menggunakan teknologi komunikasi seperti email, SMS, ataupun instant messaging lainnya.

Gen Z rentang tahun lahir 1995-2010. Disebut juga iGeneration atau generasi internet atau Gen Tech. Generasi Z memiliki kesamaan dengan generasi Y, tetapi Gen Z hampir semua memiliki smartphone, memiliki layanan internet broadband di rumah, lebih multitasking contoh : berselancar di media sosial menggunakan ponsel, browsing menggunakan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset melalui berbagai macam aplikasi.

Source : pewresearch

Kini semua generasi tersebut menyatu karena Teknologi Informasi melekat di kehidupan saat ini. Mengapa demikian? Pasca Covid-19 membuat tiap generasi bersiap untuk adaptasi dengan New Normal, mulai dari pola belajar dan bekerja dari rumah dengan berkomunikasi menggunakan email, platform instant messaging, serta video conference. Perangkat telemedik pun kian marak digunakan sebagai media alternatif dengan dokter saat era pandemi, melakukan aktifitas belanja secara online, dan menjalin virtual relation menggunakan media sosial. [Putri Dina Mardika (Dosen Universitas Indraprasta PGRI, Teknik Informatika)]