Pemerintah Indonesia Bekerjasama dengan Startup Teknologi Edukasi untuk Memberdayakan Sektor Turisme dan Ekonomi Kreatif

144

penyebaran dari pandemi yang akhir-akhir ini terjadi memengaruhi Turisme Indonesia dan diperkirakan akan memakan waktu yang lama untuk kembali pulih. Beberapa destinasi wisata populer seperti Candi Borobudur di Jawa Tengah, Bali dan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur ditutup sementara dan memengaruhi langsung kehidupan dari masyarakat sekitar kawasan tersebut. Faktanya, Turisme dan Ekonomi Kreatif adalah salah satu sumber penghasilan devisa terbesar di Indonesia

Menurut data dari katadata.id  dalam artikelnya bahwa “Penurunan tingkat hunian hotel sebesar 40% telah berdampak signifikan pada kelangsungan bisnis hotel. Karena hotel ini memiliki sejumlah besar karyawan dan properti. Beberapa hotel di Batam dan Bali meminta karyawan mereka untuk mengambil cuti ketika permintaan pasar rendah.” Minimnya pengunjung membuat sejumlah karyawan hotel dan pemandu wisata lokal kehilangan kesempatan kerja.

Untuk mengurangi dampak langsung Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia bekerja sama dengan Cakap, startup teknologi edukasi, pelopor pembelajaran secara live di Indonesia untuk memberdayakan pemandu wisata dan tenaga kerja di bidang perhotelan untuk mengembangkan keterampilan bahasa Inggris terkait dengan Pariwisata dan Sektor Ekonomi Kreatif. Pemerintah Indonesia percaya bahwa bahasa adalah elemen kunci untuk mendukung dan mempercepat pemulihan pasca pandemi di sektor Pariwisata.

Menurut Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan “Program ini memiliki makna strategis bagi kita semua, terutama karena pembelajaran ini diadakan di tengah-tengah wabah COVID-19. Dalam pariwisata, kecakapan berbahasa Inggris adalah elemen kunci untuk mendukung pelayanan, terutama bagi wisatawan asing.”

Pemerintah Indonesia memotivasi pemandu wisata dan tenaga kerja di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan keterampilan bahasa selama pandemi. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif percaya bahwa kolaborasi sinergi antara startup teknologi edukasi dan pemerintah dapat bermanfaat bagi kegiatan pariwisata untuk tumbuh secara signifikan setelah wabah melambat.

“Kolaborasi semacam ini memungkinkan kita untuk menjangkau lebih banyak peserta sehingga peningkatan keterampilan bahasa pelaku pariwisata dapat dilakukan secara lebih masif,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo.

Tomy Yunus sebagai pendiri dan CEO Cakap menyatakan, “Kami menyambut upaya kolaborasi Cakap dengan Kemenparekraf dalam hal meningkatkan dan mengembangkan daya saing pelaku pariwisata, terutama di 5 Destinasi Super Prioritas, melalui program pembelajaran yang dirancang khusus menggunakan teknologi kelas jarak jauh. membuat kegiatan belajar lebih efektif, berkualitas dan aman di tengah pandemi COVID-19 ini. “

“Apalagi dengan menurunnya aktivitas di industri pariwisata yang sebenarnya bisa menjadi peluang emas untuk meningkatkan keterampilan bagi pekerja di sektor pariwisata, “katanya setelah melakukan tanda tangan elektronik kerjasama antara Kemenparekraf dan Cakap dilakukan pada 1 April 2020.

Baru-baru ini, program ini telah berhasil menarik sejumlah pemandu wisata yang sedang menganggur dan Usaha Kecil Menengah dalam Ekonomi Kreatif (SME) dengan perkiraan akan dimulai pada 2 Mei 2020.