Intip Seniman Online Arman Firmansyah dari Nama ArmanArX ke Arman Vesona

31

mediahavefun.com – Kenal salah satu seniman Arman Firmansyah sang konten kreator yang bertahan naik turun dunia youtube namun tetep memberikan kreatifitas di platform lain seperti Tiktok, Snack Video. Konten kreator ini sekarang membawa suasana baru dengan icon sang Daki, siapa lagi yang kita kenal nama pamornya Arman Vesona.

Media have fun akan mengulik secara langsung wawancara melalui Instagram Officialnya:

Profil Arman Vesona

Nama Asli : Arman Firmansyah

Tempat Tanggal Lahir : Tangerang, 27 Oktober 1994

Mulai debut/Karir dunia Sosial Media :

Pertama kali terjun aktif menjadi konten kreator dan influencer di dunia maya pada tahun 2012 di Youtube, lalu dilanjutkan dengan Instagram pada tahun 2014, dan Tiktok pada tahun 2019.

Baca Juga : Sheeka Meluncurkan Debut Single Pertama Bertajuk Hadirmu

QA Arman Vesona

  • Kami melihat history sebelumnya mas Arman berubah nama atas konten ArmanArX menjadi Arman Vesona, kenapa ada berfikir untuk berubah nama kontennya?

Waktu awal aku memutuskan untuk ganti nama itu mulai di tahun 2018, lebih tepatnya 23 Juli 2018 pada saat meluncurkan video terbaru di Youtube aku yang berjudul “♫ TALKING ANGELA BERBAHAYA? Jangan main jam 3 pagi?”.

Aku mulai mempertimbangkan untuk mengganti nama ArmanArX menjadi Arman Vesona salah satu penyebab awal terbesarnya adalah banyak yang aku temuin orang-orang salah cara menyebutkan ArmanArX bahkan penulisannya. Aku lebih suka nama ArmanArX itu dari besar dan kecilnya gak diganggu gugat, jadi meskipun tulisan ArmanArx itu bisa dikatakan benar tapi tetap salah karena x-nya kecil, Agak konyol sih.. hehe~, tapi itu yang membuat aku merasa terganggu. Selain itu salah penulisan ArmanArX menjadi ArmanAX, atau Armanrx, dan sebagainya, apalagi kalau aku ngenalin diri aku, aku udah bilang jelas ngomong dan eja: “Arman A er Eks” , tetap aja ditulisnya entah Arman AErX, Armaner X, dan lain sebagainya, rasanya lelah ngasih tahu untuk memperbaiki kesalahan tulisan itu.

Penyebab keduanya ArmanArX, khususnya ArX-nya gak ada artinya, ArX itu singkatan yang diambil dari nama sebelumnya, yakni: ArizerXion. Kalau ditanya, kenapa namanya ArizerXion? aku jawab gak tahu haha~, aku cuma bisa bilang itu kata-kata yang ku rangkai aja tanpa ada arti dan makna.

Dari penyebab-penyebab yang ada, ku putuskanlah untuk mengganti nama Arman Vesona. Kan jadi gampang tuh kalau ngenalin diri, aku Arman Vesona! Kalau takut salah paham tinggal bilang, Arman Pesona, P-nya V ya kak. 😉

Alasan aku memutuskan menjadi nama Arman Vesona, khususnya Vesona-nya, karena sebagai apresiasi konten aku pertama kali naik pesat di Instagram, konten populernya pada saat itu seperti: “Apa!? Dia Melihatku!”, “Jangan Play!”, “Ini Panas”, dan masih banyak lainnya dengan peran aku yang kepedean dengan ketampananku.

Kata pasangannya Tampan yaitu Pesona, aku ambil kata Pesona karena ternyata Pesona itu gak cuman karena wajah yang tampan dan cantik seseorang, tapi memiliki daya tarik seperti daya tarik karena terkagum dari keindahan alam, daya tarik dari orang dengan gaya DJ yang sangat keren, dan lain sebagainya.

Lalu P-nya ku ganti menjadi V, karena V itu adalah bentuk simbol tangan berpose yang biasa aku lakukan ketika di akhir video dengan menyebut #SalamVesona, jadilah VESONA! Aku melakukan itu bahwa aku pede, dan ini cukup mengartikan bahwa Vesona itu harus pede show up untuk melakukan kegiatan apapun, gak usah malu-malu dan tunjukin bahwa berani kita bisa berkarya. Aku suka dengan nama ini, dan ku pakai sampai sekarang.

 Baca Juga : Lika Liku Tiktok Rewind 2020 Hadir Pertama di Indonesia

  • Boleh ceritakan kenapa ada ide tentang munculnya karakter Irmin, Ermen dan Daki?

Salah satunya gara-gara Pandemi kak! Haha~, pandemi saat tahun 2020 kan gak bisa ketemu orang tuh, lagipula aku juga biasanya males bikin bareng sama orang sebagai lawan peran aku, ribet aja gak biasa. Dari sini mulai kepikiran bikin pemeran baru tapi aku-aku juga biar gampang. Muncullah Ermen dan Irmin.

Ide muncul tiba-tiba aja tuh buat ngebentuk karakter Ermen dan Irmin, yang pasti aku gak bisa meranin itu sebagai karakter utama di Arman Vesona hehe, jadi Ermen dan Irmin ini karakternya beda. Ermen yang suka ngerap dan berpenampilan cool dengan baju jaket dan kacamata hitamnya, lalu Irmin keibu-ibuan dengan muka yang jarang banget berekspresi alies datar.

Kebetulan juga ketika memunculkan Ermen di Arman Vesona, lebih sering menjadi rival, kadang membahas sesuatu yang gak penting tapi orang gak kepikiran, misal di videoku yang berjudul “Tomat itu buah atau sayur?” memulai perdebatan Ermen tim Tomat itu Buah, sedangkan Arman tim Tomat itu sayur. Lalu Ermen juga bisa jadi pemeran yang mewakili kebiasaan penonton, misal di videoku yang berjudul “Ini Bukan Headset” dengan Ermen yang menanyakan headset ke Arman, ternyata yang dipegang Arman bukanlah headset, melainkan earphone yang selama ini kita salah.

Biasanya Irmin muncul di pihak ketiga, yang dimana seakan-akan Arman dan Ermen itu salah. Misal di videoku yang berjudul “Mie Instan, emang instan?” dimulai Ermen memperdebatkan Arman masak mie instan di dapur dan Ermen bilang kalau dimasak namanya bukan instan (lawakannya pas Ermen keluarin mie-nya dari bungkusnya udah mateng), tapi pas Irmin muncul, Irmin malah beneran makan mie instan mentah-nya langsung dengan santainya.

Untuk karakter Daki itu sebagai hewan peliharaannya aku, yang dimana dia suka banget nongol di pundak Arman Vesona setiap melakukan sesuatu, tapi kalau Arman Vesona dan Daki menjadi peran lawan, kadang Daki ini diem-diem suka bandel, namun baperan juga kalau kitanya gak nurutin apa yang dia pengen. Daki cuma bisa Wek, ya kadang gak bisa ketebak sih hehe~

Hampir sama sih Daki ama Irmin, sama-sama gak bisa ketebak karakternya.

  • Kenapa bisa berfikir memunculkan bebek Daki?

Awal kepikiran munculin bebek Daki mah, gak kepikiran sih, aku emang suka bebek dari kecil, rasanya pengeenn punya bebek, kenapa suka? ya gimana ya, kek cinta aja tanpa alasan kan?

Tapi gak mau melihara, soalnya pernah waktu aku kecil bebek suka mati mulu.. Eh jadinya aku gila deh nganggepnya bebek Daki ini hewan peliharaan yang hidup, soalnya bebek Dakiku ini mau dikasih kapuk mau aja, dan gak bakal mati kalau gak dikasih makan.

Pas nemuin bebek Daki mah, pokoknya ya ketemu aja sendirian dia di jalan, aku ngenalin diri ke bebek Daki-nya, sampe orang-orang ngeliatin aku aneh gitu.

Akhirnya Dakiku yang sekarang menjadi hewan kesayanganku ini, malah gak boleh kena air, kalau sekalinya kena air, dia harus merasakan di dalam neraka yaitu Laundry, hih serem…

Waktu zaman belum pandemi dan aku jadi anak anker (anak kereta), suka ku bawa tuh Daki, pada notice, ngeri ah kalau sampe mau diambil, serem ah, jadi aku amankan saja di rumah hehe~

Untungnya juga sih aku gak diambil, apalagi cewek-cewek, belum nembak udah bilang “Aku mau kok jadi istri kamu”, serem gak sih? untung aja kalau tiap keluar aku suka pakai masker, apalagi sekarang pandemi gini, pakai masker tiap hari jadi hal yang gak aneh lagi. Hehe… maaf tadi barusan bercanda.

  • Menurut anda apa tanggapan followers atas perubahan konten di Arman Vesona?

Lumayan sering ku temuin followers aku belum biasa ngeliat kontenku sekarang dengan yang dulu. Bahkan masih ada yang bilang request remake yang dulu.

Aku udah mengubah konten itu sebenarnya udah 3x, Awalnya random di Youtube yang penting musik dan efek udah bagus, lalu di Instagram itu musik komedi dengan kepedean ketampananku, balik lagi ke Youtube itu parody meme gitu, lalu diakhiri di Tiktok menjadi musikal musik dan edukasi.

Jadi followers lama aku pada di era tersebut, mereka itu masih ada, dan justru aku ingin berterima kasih banyak kepada mereka, dengan mereka yang tervesona dengan konten aku membuat aku semakin semangat untuk bikin konten lagi, tapi sayangnya ada situasi kondisi yang di mana ada pada saatnya harus berubah dan aku harus terima konsekuensinya ketika mereka followers lama masih merindukan konten dulu aku, bahkan mereka unfollow Arman Vesona.

Sekarang lebih banyak followers baru yang mengikuti konten baru aku, dan aku harus hati-hati ketika membuat seperti konten lama aku karena bisa gak relevan. Tapi aku punya harapan buat ngebalikin beberapa hal dari konten lama aku, karena di polling pada saat terakhir di tahun 2020, masih ada sebagian yang masih tahu konten lama aku tersebut.

Kadang aku gak cuma mikirin gimana bisa bikin konten yang menarik, zaman sekarang aku harus memikirkan sama algoritma yang selalu berubah-ubah, gak kayak dulu.

  • Untuk isi konten yang terdahulu berbentuk konten kenapa dan apa sebab dari mas Arman membuat unsur musik dengan video yang menampilkan kearah edukasi?

Keputusan untuk mengubah konten musik menjadi ada unsur ke arah edukasi karena menurutku konten sebelumnya gak ada ilmunya aja sih. Gak ada penyampaian suatu informasi ke orang-orang yang gak tahu menjadi tahu, jadi cuma jual hiburan dan musiknya aja.

Jadi sebelumnya mereka nontonin videoku terhibur, tapi dapat apa? cuma hiburan? nah dari sinilah kenapa bikin video misal videoku “Ini Bukan Headset”, selain bikin mereka terngiang-ngiang sama lagunya, tapi juga jadi tahu kayak “Ohh, ternyata selama headset yang gue pegang ini namanya earphone” gitu.

Mungkin masih ada konten yang cuma hiburan aja, tapi gak selalu.

Ini juga salah satu eksperimen aku bikin konten musik yang mengarah ke edukasi, dan di saat yang sama untuk memutuskan bikin konten seperti itu ke Tiktok, di sinilah juga pertama kali aktif ke Tiktok mulai pada tahun 2019 akhir.

Awalnya masih receh banget karena durasinya pendek 15 detik, tapi pas baru tahu ternyata durasinya bisa 1 menit, aku coba agak berat isi kontennya. Aku mulai bikin konten aktif di Tiktok pas disaat Tiktok banyak joget-joget gitu deh, haha~ Sekarang Tiktok mah udah bervariasi, makin mantep nih.

Setelah dari situ aku mulai berani rilis juga di Youtube dan Instagram, dan alhamdulillah Youtube dan Instagram membuahkan feedback yang positif.

Kesimpulannya aku suka melakukan eksperimen untuk membuat konten, mumpun aku juga sebagai konten kreator influencer, intinya semoga dari semua konten yang aku bikin ini bisa memberikan manfaat, Aaamiin. Salah satu motivasi aku, selama kita masih hidup, janganlah berhenti untuk belajar, belajarlah terus sampai mati.