HOOQ Filmmakers Guild Tayangkan 6 Episode Perdana Serial Orisinal Asia

1201

Jakarta, 13 Maret 2018 – HOOQ layanan Video on Demand terbesar di Asia Tenggara akan menayangkan episode perdana yang dlproduksi berdasarkan 6 naskah orisinal terpllih pada 22 Maret 2018. Penayangan ini adalah bagian dari pembukaan HOOQ Filmmakers Guild di mana satu naskah terbaik darl 6 episode perdana akan diproduksi menjadi serial TV penuh.

Keenam episode perdana tersebut adalah: Bhak (India), Suay (Thailand), Haunt Me (Singapura), How To Be A Good Girl (Singapura), Aliansi (Indonesia) dan Heaven and Hell (Indonesia). Enam judul tersebut dipilih dari Iebih 500 naskah yang diterima oleh HOOQ selama dua bulan dari seluruh Asia Tenggara. Naskah-naskah yang diterima meliputi beragam genre, dari komedi Fiksi ilmiah hingga action-thriller dan supernatural-heron

Peter Bithos, CEO, HOOQ, mengatakan, ”Kami dl HOOQ merasa bangga dengan episode perdana yang telah diproduksi HOOQ Filmmakers Guild. Episode-episode ini adalah bukti dari kualitas para sineas dan kisah-kisah unik dari seluruh Asia Tenggara. Akan sangat sulit untuk memutuskan naskah mana yang akan dibuat menjadi serial TV penuh! Kesuksesan HOOQ Filmmakers Guild adalah awal dari banyak hal hebat untuk para sineas Guild. HOOQ berkomitmen untuk mendukung para sineas berbakat di Asia pada 2018 ini clan tahun-tahun berikutnya saat kami terus bekerja keras untuk mengembangkan kisah-kisah unik dari sudut pandang Asia sehingga membuat pelanggan kami terus menyaksikan HOOQ setiap bulannya!”

Diluncurkan pada Juni 2017, HOOQ Filmmakers Guild merupakan program tahunan yang dirancang untuk mencari orang-orang yang berbakat di dunia film di Asia yang memiliki ideide cemerlang, namun tidak memiliki kesempatan untuk mewujudkan. Masing-masing dari ke-6 naskah tersebut menerima dana sebesar 30.000 dolar AS untuk memproduksi episode perdana.

Episode perdana tersebut akan dinilai oleh 5 sineas terkenal dari Asia, yaitu Mouiy Surya dan Nicholas Saputra dari Indonesia, Erik Matti dari Filipina, serta Wasin Pokpong, dan Puttipong Promasakha Na Sakolnakorn dari Thailand. Selain juri profesional, jumlah penonton juga akan menjadi bahan pertimbangan dan akan menjadi salah satu kriteria

dalam pemilihan pemenang.

Sutradara asal Indonesia yang telah memenangkan penghargaan yang juga juri dari kompetisi ini, Mouly Surya, mengatakan, “Sejak awal, kami kagum dengan kreativitas dan individualitas yang ditunjukkan oIeh para seniman berbakat ini melaiui naskah orisinal mereka. Kami sangat senang dapat menyaksikan hasil kerja keras mereka. Namun hanya akan ada satu pemenang, jadi pekerjaan kami tidaklah mudah.’

Chief Content Officer, HOOQ, Jennifer Batty, mengatakan, ‘Ini adalah momen yang teiah kami tunggu~tunggu sejak kami memulai kompetisi ini di 2017. Sebagai pendukung konten orisinal Asia, kami tahu bahwa ada banyak potensi yang belum tersentuh di pasar asia. Kami sangat hangga dengan para pembuat film berbakat yang teiah bakerja tanpa lelah untuk merealisasikan visi tunggal mereka. Semoga episode perdana terbaik akan menang!”