Film Keluarga Buku Harianku Tayang 12 Maret 2020

173

Mediahavefun.com Jakarta – Tidak banyak film Indonesia yang sepanjang durasinya berhiaskan lagu-lagu anak sehingga bisa meniadi tontonan untuk keluarga. Bro’s Studio bersama Bluesheep Entertainment memahami betul hal tersebut sehingga memproduksi film Buku Harianku. Film ini akan tayang di bioskop-bioskop tanah air mulai 12 Maret 2020.

Menurut sutradara Angling Sagaran, film yang naskahnya ditulis oIeh Alim Sudio ini adalah sebuah film keluarga yang menawarkan paket lengkap. “Ada konflik antara mertua dengan menantu, kakek dengan cucu, ibu dengan anak, suami dengan istrinya, juga konflik sesama anak. Ada kesedihan dan perasaan haru. Sangat menyentuh. Cocok sebagai tontonan anak dan dewasa. Jadi secara singkat film Buku Harianku ini bahan dasarnya adalah keluarga. sementara bumbunya adalah musikal,” ungkapnya.

Terpilih sebagai pemeran utama adalah Kila Putri Alam, penyanyi cilik berusia 10 tahun yang merupakan alumni Indonesian ldol junior 2014. Selain bermain, Kila juga turut mengisi album soundtrack film ini yang berisi 10 lagu.

Album yang diproduksi Bro’s Music ini sudah bisa didengarkan melalui berbagai platform musik digital karena telah dlluncurkan sejak 14 Februari 2020. Beberapa lagu dalam album tersebut. antara lain “Burung Parkit”, “Bahasa lsyarat”, dan “Buku Harianku” yang menghadirkan duet Kila dengan aktor senior Slamet Rahardjo Djarot (71 tahun). pemeran Kakek Prapto.

Proyek fllm panjang perdana Bro‘s Studio dan Bluesheep Entertainment ini aslinya memang berawal dari niat memproduksi album musik. Melihat ketertarikan Kila pada dunia akting, akhirnya disepakati untuk membuat pula sebuah fllm yang landasan ceritanya berdasarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Kila.

“Unsur utama film ini adalah lagu, di mana lagu lagu tersebut ditulis untuk anak-anak. dengan bahasa anak-anak, dan aransemennya tetap dibuat menghibur untuk anak-anak Setelah menonton fllmnya. orang masih bisa menikmati lagu-lagunya. Hal tersebut membuat pengalaman menikmati Buku Harianku tidak berhenti cuma lewat film saja,” kata Andri Putra. salah satu eksekutif produser dari Bluesheep Entertainment.

Bagi Alfa Dwiagustiar yang menjadi salah satu penata musik dalam film ini selain Irvan Natadiningrat, membuat musik ilustrasi untuk film drama musikal anak adalah impian yang jadi kenyataan. Materi lagu-lagu Kila yang bagus membuamya juga lebih bebas dalam mengekspresikan musiknya.

“Perilisan film Buku Harianku sangat positif sebab kita sudah sangat kekurangan film anak anak yang Sarat pesan moral, tapi tidak terkesan menggurui. Kita juga sudah lama sekali tidak melihat sebuah buku harian dan kebiasaan menuliskan sesuatu yang jujur ke dalamnya,” kata Alfa Dwiagustiar yang sebelumnya menjadi penata musik film A: Aku, Benci, dan Cinta (2017).

Produser Bobby Bossa dari Bro’s Studio berharap kehadiran Buku Harianku bisa ikut memperkaya keragaman perfilman Indonesia dan menambah tontonan hiburan untuk keluarga Indonesia.

“Selain menghibur, ada banyak nilai keluarga dalam arti luas yang juga melibatkan kakek nenek. para asisten rumah tangga di rumah, bahkan teman teman di lingkungan tempat tinggal dalam Film ini. Karena manusia sebagai mahluk sosial, biasakan anak untuk bersosialisasi atau berteman tanpa membeda bedakan. Biarkan mereka bermain bersama,” tambah sang produser.

Film ini selain menampilkan Kila dan Slamet Rahardjo, iuga menghadirkan keluarga Sasono alias @thesasonosfam yang terdiri dari Dwi Sasono (memerankan tokoh Arya Winoyo). Widi Mulia (Riska Handayani), dan Widuri Putri Sasono (Rintik). Ini adalah pengalaman pertama kalinya mereka bermain bersama dalam satu fnlm.

Pemain lainnya yang ikut bermain adalah Gary lskak (Samsudi), Bacun Hakim (Cendol), Astanur Cahya (Ahon), Ence Bagus (Kelik), Wina Marrino (Neneng), Tizza Radia (Cicih). serta didukung empat pemain cilik lainnya, yaitu Fairel K. Ramadhan (Bayu), Daffa Raqila Putra (Danu). Kayyisah Zahra Rusydian (Yuni), dan Samanta Zulaikha (Ayu).