Ciri Khas Musim Hujan di Jepang (Hydrangea)

Ajisai atau dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama Hydrangea, adalah ciri khas saat musim hujan di Jepang.

109
Mediahavefun.com, Chiba-Jepang. – ~Rinai hujan basahi aku, temani sepi yang mengendap, kala aku mengingatmu, dan semua saat manis itu~… (Penggalan lirik lagu dari Utopia yang berjudul Hujan). Jangan baper ya, ^^v..

Hujan itu membawa suasana yang teduh. Dikala senggang, ditemani hujan sambil baca buku favorit dan segelas minuman hangat, rasanya pas banget ya. Kalau di Indonesia hanya punya dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kalau di Jepang ada empat musim, musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Tapi Jepang pun juga punya musim hujan. Setelah musim semi selesai diawal bulan Mei, musim hujan pun datang. Waktunya antara bulan Mei, sampai bulan Juli. Saat musim hujan, suhu terkadang menjadi panas, terkadang menjadi dingin.


Di setiap pergantian musim di Jepang, selalu ada ciri khas yang menemaninya. Kalau musim semi Bunga Sakura, musim Panas Himawari (Bunga Matahari), musim gugur Momiji. musim dingin Yuki (salju). Dimusim hujan Ajisai (nama ilmiahnya Hydrangea).

 

Foto : Meidiana
Foto : Meidiana

Foto-foto ini diambil dijalanan umum daerah Chiba Jepang. Warna-warna nya sangat indah bukan. Saat musim hujan, pemandangan di Jepang akan dipenuhi oleh Ajisai. Dijalanan umum, taman, rumah warga, dan juga tempat wisata. Ajisai mekar antara bulan Juni sampai bulan Juli. Dalam bahasa latinnya memiliki makna “mangkuk air”, karena banyak menyerap air.

Foto : Meidiana

Ajisai merupakan bunga yang aneh, terdapat perbedaan waktu mekar berdasarkan tanah yang ditanaminya bersifat asam atau basa, kelopak bunganya pun dapat berubah warna. Bunga yang berwarna putih menjadi biru, bunga yang berwarna biru menjadi biru tua, kadang-kadang ada juga yang menjadi warna merah muda atau ungu. Karena itu bunga ini juga sering disebut dengan “bunga tujuh rupa” atau “bunga delapan sihir”.

Foto : Meidiana

Bahasa bunga dari Ajisai bermakna “ketidakteraturan”,  “perubahan hati”, “kebanggaan”, “ketidakacuhan”, dan lain-lain. Meskipun kehujanan, waktu demi waktu, kemudian sosok Ajisai yang berubah warna sesuai lingkungannya, mungkin Ajisai sejak dulu telah melapiskan ketiadatertahanan terhadap irasionalnya kehidupan, atau patah hati orang Jepang.

Foto : Meidiana

Kalau tempat wisata di Jepang untuk melihat Ajisai, bisa ke Kita Kamakura (Kamakura Utara). [mei]


Meigetsuin (Kuil Ajisai)
Alamat: Kamakura Yamanouchi 189
Jam buka:9:00~16:00
Hari libur:Tidak ada
Area wifi:Tidak ada
Bahasa:Jepang
Stasiun terdekat: JR Yokosuka Jalur Stasiun Kita Kamakura
Akses:Dari Stasiun Kita Kamakura jalan kaki 10 menit.
Biaya Masuk:500 yen
Nomor tlp :0467-24 -3437
Informasi Agama: Ajaran Rinzai Kuil Kenchouji
Website Resmi:http://www.kamakura-burabura.com/meisyokitakamakrameigetuin.htm